Assalamualaikum Wr'Wb
Dalam pembahasan kali ini yaitu tentang anlisa tugas dan sumber penggunaan informasi ,kemudian data Input Output dan yang terakhir yaitu Evaluasi & Kognitif
ANALISA TUGAS Dalam membangun rekayasa suatu
pekerjaan yang akan direncanakan tentu kita harus membuat suatu analisi tugas
dimana analisis ini digunakan untuk menggambarkan sebuah proses data yang
terjadi dalam membuat suatu analisis data tentu kita harus membutuhjan
ketelitian yang sangat jeli agar tidak timbul kesalahan yang takutnya nanti
akan berakibat fatal.Analisi tugas itu sendiri Adalah proses menganalisa
bagaimana manusia melaksanakan tugas dengan sistem yang ada.
Jenis-jenis
Analisi tugas antara lain;
Ø Interview
proses
wawancara yang biasanya dilakukan oleh dua orang.
Ø
Observasi
Proses
peninjaun langsung
Ø
Dokumentasi
sesuatu yang tertulis , tercetak
atau terekam yang dapat dipakai sebagai bukti
Ø
Analisis Prosedural
mengidentifikasi
tahap-tahap
Sumber informasi adalah segala hal
yang dapat digunakan oleh seseorang sehingga mengetahui tentang hal yang
baru,sumber informasi juga sebagai Data yang merupakan data dalam bentuk masih
mentah dan perlu diolah lebih lanjut.Penggunaan Informasi Suatu Organisasi
yaitu memberikan kejelasan mengenai sesuatu hal yang sudah, sedang dan yang
akan dihadapi oleh organisasi.
Yang mendasari
adanya IMK adalah karena kebutuhan manusia untuk berinteraksi dengan computer
yaitu mengggunakan sejumlah menu maupun teks.atau juga bisa menggunakan
alat bantu masukan(input),yang berupa nouse ataupun keyboard.dan juga
memerlukan alat bantu keluaran(output unit),yang dimana data-data tersebut
dapat disimpan dalam media penyimpanan yang biasa disebut memori unit.
Prinsip kerja komputer = input –
proses – output.Kepada komputer diberikan data yang umumnya berupa deretan
angka dan huruf. Kemudian diolah didalam komputer yang menjadi keluaran sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan manusia.
Tanpa disadari kita
(manusia/user) telah berinteraksi atau berdialog dengan sebuah benda (layar
monitor), yaitu dalam bentuk menekan tombol berupa tombol angka dan huruf yang
ada pada keyboard atau melakukan satu sentuhan kecil pada mouse.
Yang kemudian hasil inputan ini akan
berubah bentuk menjadi informasi atau data yang seperti diharapkan manusia
dengan tertampilnya informasi baru tersebut pada layar monitor atau bahkan
mesin pencetak (printer).
Manusia pada umumnya tidak pernah
tahu apa yang terjadi pada saat data dimasukkan ke dalam kotak cpu melalui
keyboard. Manusia (user) selalu terfokus pada monitor/printer sebagai keluaran.
Manusia jarang sekali menyadari
proses interaksi dengan komputer. Manusia barumenyadari proses interaksi
tersebut saat menemukan masalah dan tidak menemukan solusi pemecahannya.
Biasanya manusia menyalahkan antarmuka yang kurang inovatif, kurang menarik,
kurang komunikatif.
Evaluasi adalah suatu tes atas tingkat penggunaan dan fungsionalitas system yang
dilakukan didalam laboratorium, di lapangan, atau di dalam kolaborasi dengan
pengguna. Yang dievaluasi pada interaksi manusia dan komputer adalah desain dan
implementasinya. Evaluasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan semua
tahapan siklus hidup desain.
Ada 2 jenis utama dari
evaluasi, yaitu yang dilaksanakan pada kondisi laboratorium dan yang
dilaksanakan pada lingkungan kerja atau ‘lapangan’.
1. Dalam kondisi percobaan (Laboratory)
2. Dalam kondisi lokasi kerja sebenarnya
3. Participatory Design
Pada
Kondisi Percobaan (Laboratory)
Penggunaan pengujian system ini pada ruang percobaan mempunyai beberapa kondisi
diantaranya
1. Laboratorium yang bagus biasanya memiliki fasilitas perekaman audio/visual
yang baik, cermin dua arah, komputer beserta perlengkapannya yang mungkin tidak
ada pada lokasi kerja sebenarnya.
2. Operator bebas dari gangguan yang menghambat pekerjaan.
3. Beberapa situasi hanya dapat dilakukan di lab., seperti sistem yang akan
digunakan ditempatkan pada lokasi yang berbahaya atau lokasi yang terpencil,
contoh stasiun ruang angkasa.
4. Dapat memanipulasi situasi untuk memecahkan masalah dan melihat sedikit
penggunaan prosedur atau membandingkan beberapa alternatif perancangan dengan
situasi yang sebenarnya.
Situasi pada laboratorium tidak dapat menggambarkan situasi ruang kerja
sebenarnya dan terdapat beberapa orang yang tidak bisa bekerja pada kondisi di
laboratorium.
Penggunaan pengujian
system ini pada lokasi kerja sebenarnya mempunyai beberapa kondisi diantaranya
:
1. Tingkat gangguan yang melebihi ambang batas, tingkat-tingkat pergerakan yang
besar dan interupsi yang tetap, seperti panggilan telepon menyebabkan observasi
ini sulit dilakukan.
2. Situasi yang lebih “terbuka” antara system dan pengguna, dimana kondisi ini
tidak ditemukan pada kondisi di laboratorium
3. Observasi pada lokasi kerja sebenarnya lebih baik dilakukan daripada di
laboratorium dan gangguan-gangguan yang terjadi pada lokasi ini digunakan
sebagai situasi yang mewakili situasi sebenarnya dan digunakan untuk proses penyimpanan
dan pengambilan selama tugas.
Participatory
Design
o Adalah suatu pemikiran yang melibatkan
keseluruhan alur perancangan dan tidak hanya proses evaluasi saja.
o Perancangan ini dilakukan pada ruang kerja
yang melibatkan pengguna yang tidak hanya digunakan sebagai subyek percobaan
tetapi juga sebagai anggota yang aktif dalam team perancangan.
o Argumennya adalah user dianggap ahli dalam
konteks dan perancangan hanya dapat efektif pada konteks tersebut jika para
ahli ini memberikan kontribusi yang aktif ke perancangan.
Mempunyai tiga karakteristik :
o Meningkatkan lingkungan kerja dan tugas.
Ini membuat perancangan dan evaluasi berorientasi kerja atau konteks dibanding
berorientasi system.
o Mempunyai sifat kerja sama (kolaborasi),
yakni pengguna dilibatkan sebagai anggota team dan mempunyai kontribusi pada
setiap tingkat perancangan.
o Mempunyai pendekatan iterative, perancangan
adalah suatu subyek untuk evaluasi dan revisi pada setiap tingkatan.
Model
kognitif (cognitive model ) merupakan suatu model yang berhubungan dengan sistem
interaktif yang memodelkan aspek pengguna, seperti pemahaman, pengetahuan,
tujuan dan pemprosesan. Kategori umum dari model ini adalah komputasi, kinerja,
selera komputasi, tanpa disertai pembagian yang jelas
Model Kognitif
memodelkan aspek pengguna :
- Pemahaman
- Pengetahuan
- Maksud / tujuan
- Pemrosesan
- Pemrosesan
mental sebagai metode divide and conquer
- Divide: membagi masalah menjadi beberapa upa-masalah
yang memiliki kemiripan dengan masalah semula namun berukuran lebih kecil
(idealnya berukuran hampir sama),
- Conquer: memecahkan (menyelesaikan) masing-masing upa-masalah
(secara rekursif), dan
- Combine: mengabungkan solusi masing-masing masalah sehingga membentuk solusi masalah semula.
Kesimpulannya bahwa dalam analisi tugas kita harus
menggambarkan suatu analisa atau tugas harus sesuai dengan fakta yang real
dimana bila kita tidak sesuai dengan aturan takutnya akan timbul kesalahan yang
akan berakibat fatal dan gagal.dalam analisa tuga tentu ada input,proses,dan output
yang nantinya akan menghasilkan proses yang kita inginkan dan sesuai yanng
diharapkan.dalam analisa tugas terdapat evaluasi yang merupakan suatu tes atas
tingkat penggunaan dan fungsional sistem yang dilakukan dalam suatu
pekerjaan,kemudian terdapat juga model kognitif yang merupakan suatu model yang
berhubungan dengan sistem interaktif
Wassalamualaikum Wr'Wb
Sumber;
Teknologi,Kompasiana.com
Digilib.undip.ac.id